Selamat datang di Kotapemimpi.info pelopor situs agen judi togel online terbaik SE-ASIA Tenggara untuk memilih yang aman dan terpercaya hanya di sini dan kami membagikan informasi terupdate pada setiap harinya.

Pacari Artis Top Saat Masih SMP, Ariel Tatum Pernah Panen Bully

by -82 views

 

Ariel Tatum menceritakan masa-masa menyebalkan saat masih duduk di bangku SMP.

Di usianya yang baru menginjak belasan tahun, Ariel Tatum sudah berpacaran dengan seorang artis Indonesia yang saat itu sedang menjadi idola para remaja Indonesia.

“Kalau masalah bully, aku dari SMP, aku pacaran sama cowok yang lagi jadi idola para remaja Indonesia.

Tapi waktu itu aku masih kurus banget, belum berisi kaya sekarang. Aku belum puber.

Jadi dibilang kayak tengkorak jalan,”jelas Ariel Tatum dalam acara Call Me Mel, Selasa (5/11/2019).

Tidak berhenti sampai di situ, saat Ariel Tatum berusaha menaikkan berat badannya, ia tetap kembali mendapat bully.

“Nah giliran aku puber, naikkin berat badan, aku dibilang kayak tante-tante,” lanjutnya.

Saat masih berumur 15 tahun, Ariel Tatum menjalin hubungan asamra dengan Stefan William.

Sempat tersiar kabar kalau hubungan keduanya awalnya tak disetujui ibunda, Tatum Mathilda. Setelah melihat ketulusan Stefan, akhirnya sang ibunda pun merestuinya.

Namun sayangnya, hubungan Ariel Tatum dan Stefan William terpaksa harus berakhir. Dan tak lama setelahnya, Stefan kedapatan sudah menggandeng seorang wanita yang tak lain adalah Natasha Wilona.

Terkait bullying, Ariel Tatum sendiri mengaku sempat alami Bipolar.

hal itu disampaikan Ariel Tatum dalam channel YouTube Q&A METRO TV yang diunggah Senin (28/10/2019).

Ia bahkan secara tersang-terangan menyebut memiliki gangguan mental ‘Kepribadian ambang’ sejak umur 13 tahun.

Diketahui, Ariel Tatum belum lama ini mengakui kondisinya yang mengidap bipolar.

Terkait hal itu, Ariel mengaku tak pernah memiliki tujuan untuk membuat sensasi.

“Pertama, kalau demi konten aku percaya enggak, karena aku enggak bikin konten apa-apa,” ucap Ariel.

Ariel juga mengaku sempat depresi ketika mendengar komentar orang-orang tentang dirinya.

Namun, Ariel berusaha membuktikan bahwa dirinya tak seperti yang orang katakan.

“Ada banget momen aku struggle aduh gimana ya gue tu enggak kayak gitu, kayak pengin pembuktian diri terus menerus bahwa aku enggak kayak yang orang omongin,” kata Ariel.

Seiring berjalannya waktu, Ariel pun menyadari tak dapat mencegah orang untuk berkomentar tentangnya.

Kini, ia mengaku lebih memilih untuk menutup telinga rapat-rapat terhadap komentar orang lain tentangnya.

“Tapi as time goes by (seiring berjalannya waktu-red), aku merasa aku cuma punya dua tangan, dua tangan aku enggak bisa menutup mulut semua orang satu Indonesia,” ucap Ariel.

“Dua tangan aku akhirnya aku pakai untuk tutup kuping aku sendiri.”

Ariel melanjutkan, kini dirinya hanya berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

“Jadi aku merasa selama aku melakukan hal yang positif, yang baik dan menyakiti siapapun, aku merasa i should go for it (aku harus terus melakukan itu-red),” ucap Ariel.

Dulu, ketika umurnya baru 13 tahun dan didiagnosa mengidap bipolar, Ariel mengaku sangat ketakutan.

Ia merasa tak pernah melakukan perbuatan yang salah.

“Takut banget karena pada saat itu aku merasa doing that bad things to my self (melakukan hal buruk pada diri sendiri-red) aku rasa bukan diri aku, karena aku pribadi merasa aku enggak mau melakukan itu,” kata Ariel.

Depresi sering di-bully banyak orang, Ariel Tatum mengaku beberapa kali mencoba untuk mengakhiri hidup.

“Banyak, aku pernah coba minum obat aku banyak juga, pernah mau loncat juga, terus aku mau kecelakaan juga,” kata Ariel.

Tak hanya itu, Ariel bahkan sempat berpikir untuk menyewa jasa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawanya.

“Terus aku sempat mikir kayak apa aku suruh orang buat bunuh gue, jadi keluarga gue enggak nelangsa-nelangsa amat gitu loh mikir gue bunuh diri, jadi mikirnya gue dibunuh orang saja,” ucap Ariel.

Pada titik itu, Ariel lantas berpikir untuk mencari bantuan pada orang-orang profesional.

“Aku di situ aku merasa i think i need a professional help (aku butuh pertolongan dari ahlinya-red), i dont think this is healthy (aku tidak merasa sehat-red),” ucapnya.

Meskipun mengidap bipolar, Ariel mengaku kala itu dirinya masih bisa berpikir bahwa yang dilakukannya salah.

“Dan itu bagusnya gitu, di satu sisi aku mencoba sangat amat untuk waras, ini enggak wajar loh,” ucap Ariel.

Ariel mengaku rasa sakit hatinya pada para warganet yang menghujatnya membuat dirinya kini menjadi lebih mencintai diri sendiri.

“Kayaknya sekarang aku pikir kayaknya karena sakit hati enggak sih, sekarang aku pikir karena sakit hati enggak sih,” ucapnya.

“Karena kayak yaudah gue udah enough (cukup -red) ,enggak ada lagi yang bisa gue lakuin buat itu.”

Kini, Ariel mengaku sudah ikhlas dengan komentar orang-orang dirinya.

Ariel bahkan menyebut tidak membenci orang-orang yang telah menghujatnya hingga membuatnya hampir bunuh diri.

“Jadi aku merasa aku udah punya self love dan self acceptance yang cukup untuk yaudah ikhlas aja orang mau bilang apa yang penting loe enggak seperti itu.”

“Loe enggak seperti yang mereka omongin, enggak bikin aku benci mereka juga,” lanjutnya.

Alert: Content is protected !!
:)